4 Sexy Teacher 7

Shane masuk ke dalam kosan Orlando ketika ia sedang bermain game di HP, wajah Shane nampak gelap, rambutnya kusut, ia membuka baju dan celana panjangnya tanpa memandang Orlando kemudian tidur. Orlando menatapnya dengan sedih. Ia dekap punggung Shane yang menyamping.



“Kita ML yuk?” ajak Lando.
Shane menggeleng.
“Atau lo mau gue oral?”
Shane menggeleng lagi.
“Ayolah Shane...” pinta Orlando.
“Do, please gue mau tidur. Bisa nggak lo biarin gue buat tidur?” ujarnya dengan nada pelan.
Akhirnya Orlando pasrah dan kembali memegang HPnya.
&&&
Keanu dan Adam sudah ada di dalam kelas ketika Shane dan Orlando datang. Bagi Shane mungkin ini kesempatan terakhir dia untuk bisa melihat wajah Adam.
Keanu sedang asik memutar lagu sementara Adam sibuk mengedit tugas yang sudah selesai. Shane duduk di hadapan Adam. Kantung mata Shane nampak menghitam, rambutnya acak-acakan seperti orang yang belum mandi. Adam menatap sekilas ke wajah Shane dan kembali fokus ke laptop.
“Dam, please kasih gue kesempatan buat ngomong sama lo.”
Adam masih diam.
“Kalau lo ngomong sama gue, gue janji gak akan lagi ganggu kehidupan lo.” Suara Shane sedikit menekankan. Kemudian adam menggeser laptopnya dan menatap wajah Shane.
“Apa?”
“Nanti pas istirahat kita ngobrol di tempat makan biasa, bisa kan?”
“Nggak, kalau mau sekarang!”
Keanu dan Orlando hanya bisa menyaksikan percakapan ini tanpa berani menatap wajah mereka.
“Masa gue harus jelasin ini di sini? Banyak orang Dam.”
“Yaudah, lo udah gue kasih waktu sekarang, kalau gak mau ya gak usah!”
“Heh! Lo bener-bener keterlaluan ya! Si Shane bilang dia mau ngasih penjelasan ke lo nanti, dia beberapa hari ini gak bisa tidur karena mikirin lo doang, tau gak!” bentak Orlando yang kesal dengan sikap Adam.
“Gak bisa tidur? Bukannya dia sangat suka tidur berdua sama lo? Masa gak bisa tidur?”
“Anjing banget lo ya!” suara Orlando nampak sedikit lebih keras. Untungnya pagi itu guru-guru yang lain masih sedikit yang datang sehingga tidak terlalu tau apa yang mereka bicarakan.
“Udah Do, udah.”
“Udah gimana Shane, lo masih mau minta maaf sama orang kaya gitu? Lo udah dengan rendah hati mau minta maaf, eh dia ngerasa kaya orang yang paling bener aja sampe gak mau ngomong sama lo!”
“Udah Do, please!”
Terserah gue mau bersifat kaya gimana, hidup ya hidup gue! Ayo Kean, kita keluar aja, panas banget hawa di sini.” Adam berdiri diikuti oleh Keanu.
Mereka kembali berjalan dan duduk di dekat sungai kecil. Keanu menatap wajah Adam yang sangat geram. Ia bingung untuk berkata.
“Dam, sebaiknya lo dengerin apa kata Shane.”
“Kok lo ngebela mereka?”
“Gue gak ngebela mereka Dam, cuman yang gue minta lo coba berfikir jernih untuk sudi ngedengerin apa yang pengen Shane ucapin sama lo. Kasih dia kesempatan buat ngomong. Emangnya lo ga ngeliat muka dia apa? Mukanya kusut banget, kasian aja kedianya Dam.”
“Kalau gue bilang nggak, ya nggak! Terserah lo kalau lo mau balikan lagi sama si anjing Orlando itu, tapi kalau gue, gue gak mau!”
“Lo yakin? Abis ini mungkin lo gak akan lagi ngeliat dia seumur hidup lo. Gue cuman gak mau lo nyesel seumur hidup karena gak mau ngedengerin omongannya si Shane. Gue tau lo masih cinta sama dia, cuman amarah lo itu yang ngebuat segalanya jadi gelap. Ya gue sebelumnya bilang ke lo kalau gue bakalan mau kalau Orlando minta balikan lagi sama gue, dan itu masih berlaku sampe tadi. Tapi ternyata gue sadar Dam, mungkin lo bener, si Orlando emang udah gak cinta lagi sama gue, buktinya dia gak ada kepengen buat ngobrol sama gue atau apalah. Beda kasusnya sama si Shane, dia beneran nyesel banget.”
Adam masih diam.
“Gue harap lo bisa berfikir jernih sebelum lo nyesel.” Keanu bangkit dan pergi meninggalkan Adam sendiri.
&&&
Sore menjelang. semua rangkaian kegiatan penataran sudah selesai sepenuhnya. Tinggal acara perpisahan dan pemberian sertifikat.
“Terima kasih buat semua bapak dan ibu guru yang mengikuti penataran ini sampai selesai. Kami dari panitia sangat menghargai waktu yang telah kalian curahkan kepada kami. Maka dari itu, untuk menutup acara penataran, kami selaku panitia akan memberikan pengumuman lain berkenaan tugas akhir individu yang kalian kumpulkan.”
Adam setengah hati mendengarkan ucapan dari ketua acara kegiatan itu. otaknya kini sedang berkutat seputar ucapan Keanu pagi tadi di dekat sungai.
“Untuk itu, saya selaku ketua pelaksana akan mengumumkan tiga nama dengan poin tertinggi sekaligus memberikan hadiah yang hanya alakadarnya saja kepada ketiga guru yang berhasil menjawab beberapa pertanyaan dengan benar. Kita langsung saja. Dengan poin 98 dimenangkan oleh sodara Adam Muller dari SD Alfa. Beri tepuk tangan atas kepintaran sodara Adam.”
Keanu langsung menyikut Adam yang tidak menyadari kalau dia mendapatkan poin tertinggi. Adam kelimpungan dan tersenyum malu, kemudian dia maju ke depan dengan enggan.
“Selamat untuk pak Adam, selanjutnya di peringkat kedua dengan poin 96 dimenangkan oleh Keanu Liu dari SD Carli.” Keanu langsung maju ke depan berdiri disamping Adam, “dan yang ketiga dengan poin 92 dimenangkan oleh sodara Shane Tucker dari SD Beta. Wah rupanya yang menang guru-guru muda ini. sekali lagi selamat untuk kalian.”
Akhirnya acara selesai dan Adam segera bergegas untuk pulang. ia cepat-cepat berjalan menuju parkiran motor dan rupanya di sana Shane sudah menunggu.
“Lo beneran udah gak mau ngomong lagi sama gue?” tanya Shane.
Adam diam wajahnya menunduk.
“Ok, kalau lo emang udah gak mau ngomong sama gue lagi gak apa-apa. Maaf kalau gue ganggu.”
Shane berjalan pelan meninggalkan Adam.
“Tunggu!”
Shane berbalik dan menatap Adam.
“Gue tunggu di bukit.”
Shane tersenyum kemudian mengangguk.
&&&
Setibanya di depan rumah Adam.
“Kean lo langsung masuk aja, gue mau keluar sebentar ya?”
Keanu tahu, kemudian ia tersenyum, “ok!”
Adam memarkirkan motornya di pinggir jalan tempat ketika ia berhenti bersama Keanu di hari hujan. Kemudian ia berjalan dan melihat sosok Shane berdiri menatap dirinya.
“Makasih udah mau ngomong sama gue,” ujar Shane ragu.
“Apa yang mau lo jelasin?”
Shane diam. Ia menunduk. Air matanya mengalir disela pipinya. “Maaf...”
Nafas Adam nampak berat, dalam hati ingin sekali ia menghapus air mata yang jatuh di pipi Shane, namun luka dan amarahnya masih merajai.
“Maafin gue karena udah bikin lo kaya gini, Dam.” Ia menatap Adam. “Gue tau gue salah, sangat sangat salah sama lo, dan mungkin kesalahan gue ini merupakan kesalahan yang paling fatal, gue gak ngarepin lo maafin gue, gue cuman pengen lo tau kalau gue nyesel dan gue bener-bener minta maaf. Gue masih cinta sama lo, Dam, cinta gue gak akan hilang sampe kapanpun.”
“Dari kapan?”
Shane menatap tanya kepada Adam.
“Dari kapan lo selingkuh dari gue?”
“Di hari pertama penataran.”
Adam mengangguk. “Harusnya gue udah tau, ya, gue tau, gue tau ketika tiba-tiba lo deket banget sama cowok berengsek itu. Tapi gue gak nyangka aja, gue percaya 100% sama lo.”
Shane menatap Adam sambil menangis.
Tangan Adam bergetar, “lo tau, gimana sakitnya?” Adam mulai meneteskan air mata. “Gimana sakitnya saat cowok yang udah lama hidup sama kita tiba-tiba dengan mudahnya tergoda sama cowok lain? Seolah-olah masa-masa yang udah dilewati selama ini gak ada artinya?”
Shane menghampiri Adam dan hendak memegang pipi Adam.
“Jangan!” bentaknya. “Jangan pernah lo coba untuk menghapus air mata gue, karena lo gak tau gimana sakitnya diginiin.”
&&&
Ting Tong
Keanu berlari menghampiri pintu, “Dam, gimana, udah bere.....” Mata Keanu terbelakak ketika ternyata yang datang adalah Orlando. “Mau ngapain lo ke sini?”
“Kean, gue tau lo di rumah lagi sendiri. Gue pengen ngobrol sama lo.”
“Gue lagi sibuk!” katanya seraya segera menutup pintu. Tapi keburu tangan Orlando menahan pintu agar tidak ditutup.
“Gue juga mau ngejelasin semuanya.”
Keanu menarik nafas dalam. “Ngomong di sini aja, sebab Adam gak akan sudi kalau lo sampe masuk ke dalam rumahnya.”
“Ok, ok, gue ngerti.” Lando memegang tangannya. Ia gugup. “Gue nunggu waktu yang tepat buat minta maaf sama lo Kean, gue tau lo marah besar sama gue, gue emang laki-laki tolol yang hanya mengerjar nafsu doang, tapi gue gak mau berakhir seperti ini, gue masih cinta sama lo, Kean, dan itu gak akan pernah berubah.”
“Lo gampang banget bilang gitu setelah lo asik-asikan ML ama si Shane? Tai lo ya!”
“Iya gue emang tai, gue pantes lo hina, tapi gw cinta sama lo, mau sebenci apapun lo sama gue, gue tetep cinta sama lo, Kean. Lo mau ngehina gue juga gue terima, ikhlas, karena emang semua ini kesalahan gue, gue yang menyebabkan semua ini, gue yang ngegoda Shane biar ML sama gue, gue penyebab kerusakan hubungan mereka, gue yang udah bikin lo sakit hati.”
“Dan lo gak tau perasaan gue kaya gimana? Lo gak tau perasaan Adam kaya gimana pas mergokin lo lagi ML sama si Shane.”
“Iya gue tau, sayang, gue tau gue salah. Terus gue harus gimana biar lo mau maafin gue?”
“Pergi dari hidup gue!”
Orlando menggeleng. “Nggak, gue nggak bisa pisah dari lo.”
“Bukannya lo udah nemuin cowok yang lebih keren dari gue? Cowok yang lebih ganteng dari gue? Cowok yang lebih sixpack?”
“Tapi gue gak nemu cowok yang bisa tenang dan sabar ketika ada masalah selain lo, Kean. Shane mungkin perfect dalam segala segi, tapi dia bukan lo, cuman lo yang bisa sabar dengan sikap gue yang seenaknya aja, cuman lo yang nerimain gue apa adanya, cuman lo yang ngedengerin keluh kesah gue.”
“Tapi maaf gue bukan lagi Keanu yang dulu. Keanu yang dulu udah mati!”
“Gue bakalan tetep cinta sama Keanu, mau itu Keanu yang dulu ataupun keanu yang sekarang. Bagi gue, Keanu tetep Keanu.”
“Kenapa sih, lo keras kepala banget?” bentak Keanu.
“Karena gue, tau lo masih cinta sama gue, Kean. Gue tau. Dan gue juga cinta sama lo!”
“Terus Shane?”
Orlando nampak bingung.
“Tuh, kan, lo gak bisa jawab. Lo udah gak cinta lagi sama gue, buktinya selama beberapa hari setelah kejadian itu, lo gak ada tuh minta maaf ke gue, boro-boro minta maaf, ngomong ama gue aja lo gak, kan?”
“Gue nyari waktu yang tepat Kean. Lo liat gimana frustasinya si Shane diperlakukan seperti itu sama Adam? Kalau gue ikut-ikutan sama kaya mereka, keadaan pasti akan lebih buruk lagi. Gue tau, lo sakit hati sama kaya si Adam. Tapi lo lebih hebat dan lebih tegar daripada dia. Lo mampu mengenyampingkan rasa sakit hati lo buat bisa membuat Adam nampak lebih baik. Nah, itulah Keanu gue. Gue tau lo bakalan sabar nunggu gue sampe hari ini. Maka dari itu, gue menunggu sampai Shane sama Adam bisa bicara, baru setelah itu kita bicara. Dan, itulah kenapa gue cinta sama lo!”
“Gue sakit Do di giniin, sakit!” keanu mulai menangis.
“Gue tau, sayang, gue tau. Maafin gue...” Orlando memeluk tubuh Keanu. Menghapus air matanya dan mengecup keningnya. “Maafin gue, ya?”
Seketika Keanu kembali sadar dan melepas pelukan Orlando. “Jawab pertanyaan gue, lo cinta sama Shane kan?”
Orlando bimbang.
“Jawab gue!”
Orlando mengangguk pelan. Keanu nampak meneteskan air mata. “Gue cinta sama dia.... tapi gue juga cinta sama lo, Kean.”
“Lo harus milih, gue atau Shane!”
Orlando menggeleng. “Gue gak bisa, gue cinta sama lo, tapi gue juga cinta sama Shane. Please jangan nempatin gue dalam posisi kaya gini. Kalian itu berbeda. Gue cinta sama Shane karena karisma dia yang luar biasa tapi gue juga cinta sama lo, cinta dengan kelembutan lo, kesetiaan lo, ketegaran lo.”
“Lo egois Do, egois!” Keanu berbalik arah sambil menangis.
Orlando langsung memeluknya dari belakang, “iya gue tau, gue egois, please jangan tinggalin gue Kean, gue gak bisa hidup tanpa lo.”
“Please tinggalin gue!”
“Gue gak akan pernah ngelepas pelukan ini sebelum lo maafin dan nerimain gue apa adanya.”
Keanu diam. Kemudian ia berbalik menatap Orlando.
“Dan lo harus nerima gue apa adanya juga.”
Orlando mengangguk.
“Gue udah ML sama Adam!”
Dwuuaaarrrr! Suara petir menggema diiringi hati Orlando yang nampak hancur seketika, pelukannya menjadi longgar. Keanu melepaskan pelukannya.
“Bisa gak lo nerimain gue, kalau ternyata sekarang gue ada hubungan sama Adam?”
“Tapi, bagaimana.... tidak mungkin! Lo cuman nguji gue dong kan?”
“Nggak! Gue beneran udah ML sama dia. Kalau gue harus bisa nerimain lo apa adanya, harusnya lo juga bisa nerimain gue apa adanya!” Keanu masuk ke dalam rumah dengan meninggalkan Orlando yang masih terpaku.
&&&
Adam menatap tajam ke wajah Shane. “Lagi pula gue udah ML sama Keanu. Mungkin dia lebih tepat ama gue!”
Dwuuaaarrrr! Suara halilintar diiringi retaknya perasaan Shane pecah seketika mendengar pengakuan Adam.
“Lo becandakan? Iya, kan?”
Adam menggeleng. “Gue sudah ML sama dia. Dan gue ngelakuin itu bukan semata-mata untuk membalas sakit hati gue. Kalau lo pintar, lo tinggalin gue!”
Adam melangkah mundur dan pergi meninggalkan Shane yang termangu. Tak percaya dengan apa yang ia dengar dari mulut seorang yang sangat ia cintai.
&&&
Orlando menatap keluar jendela kontrakannya ketika mendengar suara motor masuk pelataran.
Ia menatap wajah Shane yang pucat pasi. Kemudian mengulurkan handuk untuk mengeringkan baju Shane yang terkena air hujan.
“Kapanpun lo siap. Gue mau mendengarkan semuanya,” ujar Orlando.
Shane menatap Orlando, kemudian memeluknya sambil menangis.
“Adam...” ujarnya disela isakan. “Adam ninggalin gue, dan... dan dia udah ML sama Keanu.”
Orlando membenamkan wajahnya di tubuh Shane sambil mengangguk. “Ya, gue tau, gue tau.”

Penulis : Unknown ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel 4 Sexy Teacher 7 ini dipublish oleh Unknown pada hari 05 Januari 2017. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan 4 Sexy Teacher 7
 

0 komentar:

Posting Komentar