4 Sexy Teacher 6



Pagi hari dikediaman Adam.
Keanu keluar dari dalam kamar mandi, dilihatnya Adam tak ada di kamar, ia berjalan ke bawah, masih tak menemukan pria itu, kemudian ia naik ke atap dan dilihatnya Adam sedang duduk ditembok sambil merokok.

“Dam, cepet lo mandi, takut telat, nih.” Ujar Keanu.
Adam diam.
“Lo ke tempat penataran, kan sekarang?”
Adam menggeleng.
“Jangan karena masalah pribadi membuat kewajiban lo sebagai guru terbengkalai, bersikaplah profesional, Dam.”
Kemudian Adam melirik Keanu, “emangnya tugas udah dikerjain?”
Keanu menarik nafas dalam, “lo gak usah mikirin tugas, yang penting sekarang kita datang ke sana, mau nanti lo di sana diam aja, ya, gak apa-apa, itu hak lo, tapi yang pasti bagi gue, gue akan datang, dengan atau tanpa lo.”
Adam melirik Keanu, ia melihat dibalik ketegaran hati Keanu, ia masih saja bersikap normal, seolah bukan ia yang mengalami kejadian ini. Adam turun dari dinding dan mengambil handuk Keanu yang ia gantungkan dilehernya.
&&&
Pagi itu, setelah sampai di sekolah Adam tak banyak bicara, ia terus termenung, telinganya ia sumbat menggunakan earphone, Keanu sendiri sedang asyik merapihkan data-data di MW yang sudah ia kerjakan kemarin malam, sendiri tanpa bantuan siapapun.
Tak lama Orlando datang, Keanu menarik nafas dalam dan mencoba untuk mengacuhkannya, dan di belakangnya, Shane nampak terlihat sedikit kusut, sama seperti Adam.
“Bagaimana tugasnya ibu bapak? Sudah selesai?” tanya instruktur dengan nada yang sangat ramah, sebetulnya dari semua kelompok, kelompok Adam lah yang paling cepat selesai, buktinya ketika instruktur itu bertanya, rupanya guru-guru lain menjawab: ‘belum’ atau hanya dengan gelengan kepala.
“Udah lo kerjain?” tanya Adam, tangannya yang kanan membuka earphonenya.
Keanu mengangguk.
“Thanks,” ujarnya dan menepuk paha Keanu.
Karena banyak kelompok yang belum beres mengerjakan tugas, jadi banyak waktu kosong yang mereka gunakan hanya dengan memperhatikan kelompok lain, Adam sendiri dari tadi masih larut dalam lagu-lagu yang entah apa ia dengar, Keanu sibuk bermain game di gadgetnya, Orlando sibuk mengobrol dengan kelompok lain yang sama berisiknya, seolah tak pernah terjadi sesuatu dari mereka. Dan, Shane, ia sibuk memperhatikan Adam, Adam tahu kalau ia sedang diperhatikan, tapi ia mencoba acuh, tak ingin menanggapi Shane sama sekali.
Adam beranjak berdiri.
“Bu, saya izin ke toilet,” ujar Adam seraya berjalan keluar kelas.
Keanu menatapnya nanar, Shane masih memperhatikan Adam dari balik jendela. Kemudian pandangan Shane ditujukan kepada Keanu, melihat Shane memperhatikannya, ia langsung kembali sibuk dengan game-nya.
Lima menit berlalu, Adam rupanya masih belum kembali ke dalam kelas, Keanu mencari-cari sosok Adam, mungkin ia pindah tempat duduk atau apa, tapi orang itu masih tidak ada, akhirnya giliran ia yang meminta izin keluar.
Ia berjalan kearah toilet. Toilet sekolah yang terletak di luar dekat dengan pagar pembatas dan diseberangnya terdapat sungai kecil. Keanu melihat Adam sedang duduk-duduk sendiri di pinggir sungai. Merokok. Keanu memanjat pagar dan menghampiri Adam.
“Kok lo ngerokok terus, sih? Tanya Keanu.
“Lagi pengen aja.”
Keanu mengangguk. “Gue ganggu, ya?”
Kemudian Adam menatap Keanu dan menggeleng.
“Dam, gue juga sakit, sakit hati banget malah, tapi sejujurnya gue masih sayang sama dia, andaikan dia nanti ngajak balikan mungkin...”
“Bego banget sih, lo?” bentak Adam, “lo masih mau balikan lagi walau lo udah liat sendiri cowok lo ML sama cowok lain? Otak lo ditaro dimana?”
Keanu menunduk kemudian tersenyum, “mungkin gue emang bego, malah mungkin gue orang paling tolol sedunia, mau maafin orang yang udah nyakitin hati gue, tapi gue gak apa-apa kalau dibilang gitu, karena gue udah cinta banget sama Orlando, gue tau mungkin nanti lo bakal bilang, ‘Orlando bukan cowok terbaik buat gue,’ tapi gue gak apa-apa, ya, gue gak apa-apa,” Keanu diam dan menatap air sungai yang terlihat begitu bening di matanya yang kini sedang keruh, “sebab, selama dia gak bilang minta putus sama gue, gue bakalan mau terus sama dia, gue sayang banget ama dia, lo tau, kan, cinta itu menyakitkan? Gue rela tersakiti asalkan dia terus sama gue, gak apa-apa dia selingkuh ama siapapun, asal akhirnya dia balik lagi ke gue.”
Adam termenung, dulu ia berpikir kalau dialah orang yang paling sedih, tapi medengar ucapan Keanu, menatap matanya, ia sadar, Keanu lebih sakit dari dia. “Apa lo gak kepikiran buat nyari cowok lain?”
Keanu menggeleng, “nggak, gue gak pernah berpikiran buat nyari cowok lain, gue gak bisa.”
“Lo bisa, gue yakin,” Adam memegang jemari Keanu, Keanu menatapnya dengan senyuman.
&&&
Sepulang penataran.
“Dam, bisa kita bicara sebentar?” pinta Shane sambil menahan motor Adam.
Adam masih nampak diam.
“Please.”
“Jauh-jauh dari gue!” bentaknya.
Shane masih bersikeras, “gue gak akan pernah menyerah sampe lo mau ngobrol sama gue, Dam.”
Adam diam, kemudian ia menatap Orlando yang duduk di motornya, “lo udah bosen sama si Orlando?”
Shane menatap Orlando dan kembali menatap Adam, “gak ada hubungannya sama dia, Dam.”
“Terus?”
“Gue mau ngobrol masalah kita...”
“Kita? Heh! Udah gak ada lagi kata kita di hidup gue, kalau lo mau nyari yang lebih baik dari gue, ya udah, lo udah dapetin si Lando, ngapain masih harus susah-susah ngomong ama gue?”
“Gue gak bisa kaya gini Dam, gue sayang sama lo,” ujar Shane dengan suara yang sedikit dipelankan karena ada guru lain yang hendak mengambil motornya.
Keanu berjalan mendekati Adam.
“Ayo, Kean, kita cabut, pusing lama-lama gue di sini.”
Keanu nampak bingung, ia menatap Orlando, Lando diam saja di tempatnya.
Adam turun dari motor dan menarik tangan Keanu, “Kean, liat, lo masih ngarepin cowok yang udah bikin lo sakit, liat, ada gak reaksi dari dia buat minta maaf sama lo? Ada gak? Udah jelas-jelas si Orlando gak suka lagi sama lo, udah Kean, lupain dia.”
Keanu menunduk, tas laptop yang ia pegang jatuh, badannya bergemetar.
Orlando menghampiri Adam dan Keanu.
“Masalah lo sama Shane, gak usah bawa-bawa Keanu!” bentak Orlando.
“Jelas dia jadi masalah gue juga, dia sahabat gue sekarang, mau apa, lo?”
Orlando semakin geram, Shane menghampiri Orlando, “udah Do, tenang, tenang!” pinta Shane.
“Ayo, Kean balik sama gue,” pinta Adam.
Guru-guru yang ada diparkiran nampak memperhatikan termasuk bu Yuni yang kini tak lagi berangkat dengan Adam.
Shane nampak canggung melihat semua guru memperhatikan, “emh, anu, bapak-ibu, kita di sini lagi acting, jadi kalau ada yang mau pulang silahkan aja, ini bukan ribut beneran, kok.”
Akhirnya guru-guru yang sedari tadi memperhatikan mereka yang sedang berdebat tertawa, dan mengangguk kemudian pergi meninggalkan mereka.
Adam langsung membawa Keanu ke motornya dan mereka pergi dari tempat itu. Shane dan Orlando hanya bisa menyaksikan mereka dari kejauhan.
&&&
Adam dan Keanu sampai di rumah sambil membawa koper milik Keanu. Adam meyakinkannya bahwa ia harus pergi jauh dari kosan itu bila ingin mencoba melupakan Orlando.
“Em, lo mau tidur sama gue atau pisah kamar?” tanya Adam.
“Gue sama lo aja, gak apa-apa, kan?”
Adam mengangguk, “gak apa-apa, gue juga sebenernya gak biasa tidur sendiri, sih.”
Kemudian Keanu mengeluarkan semua baju dan alat-alat kebutuhannya, dipindahkan ke lemari tempat dulu Shane menyimpan baju. Semua pakaian Shane, Adam masukan ke dalam kardus.
“Dam, lo yakin ini di masukan ke dalam kardus?” tanya Keanu.
Adam menatap Keanu kemudian mengangguk.
&&&
Malam harinya.
Adam berjalan sambil membawa dua gelas kopi hangat ke atap rumah, dilihatnya Keanu sedang termenung sendiri.
“Kean, nih gue bawain kopi,” Adam duduk di samping Keanu sambil menyeruput kopi hangat buatannya.
“Besok hari terakhir penataran, tugas RPP kita udah beres, gue harap gak akan lagi ketemu sama dia,” ujar Adam, kemudian ia mengambil sebatang rokok dan menyalakan api. Keanu mengangguk. “Gue yakin, kok, bisa lupain dia.”
Kini Keanu mentap Adam, angin berhembus lembut, tangan Keanu mengambil rokok yang sedang dihisap oleh Adam, kemudian ia hisap rokok itu perlahan dan dikeluarkannya ke dari hidung.
“Lo bisa ngerokok? Bukannya lo paling anti sama yang namanya rokok?”
“Sebenernya dulu gue juga ngerokok, cuman gue gak pernah bilang ama siapapun, termasuk Orlando, karena rokok, bokap gue meninggal, semenjak bokap gue meninggallah gue memutuskan untuk menjauhi benda ini.”
“Terus kenapa sekarang lo ngerokok?”
“Ngikutin lo.”
“Kok?”
“Gue tau lo stres parah dengan kejadian ini, dan pelampiasan lo, ya, ke rokok. Gue juga gak mau ngelampiasin ke hal macem-macem, cukup dengan rusaknya paru-paru gue aja.”
Adam nampak mengernyitkan alisnya, ia ambil rokok yang akan segera Keanu hisap dan dibuangnya jauh-jauh.
“Gue gak mau ngerusak lo, Kean.”
“Lo gak ngerusak gue, Dam, gue yang pengen diri gue rusak, sama kaya lo.”
“Tuh, kan, tuh, kan, itu, itu, perkataan terakhir lo yang gue gak seneng.”
Keanu tertawa, “ini satu-satunya cara agar lo berhenti ngerokok.”
Adam nyengir kuda, kemudian menyikut lengan Keanu, “lo tuh, ya, bisa aja. Eh, kenapa hal ini gak lo praktekin ke si Orlando?”
Keanu menggeleng, “udah, tapi gak mempan, dia malah senyum sambil bilang; ‘akhirnya gue punya temen juga’ ah, jadi gue yang kalah sama dia.”
“Lo tau gak, sebenernya si Orlando itu tolol.”
“Maksud lo?” Keanu nampak heran dengan ucapan Adam.
“Iya, dia tolol, lo itu cowok paling baik dan setia yang pernah gue kenal, lo itu lebih berharga dari seribu Orlando sekalipun. Kalau gue belum kenal Shane sebelumnya, mungkin gue bakalan suka sama lo.”
Kenau tersenyum, “ya, tapi mereka berdua punya karisma yang luar biasa, Shane itu pria yang banyak disukai oleh orang, keliatan ketika pertama kali kita masuk kelas, semua mata cewek pertama kali memandang pasti ke Shane, terus baru ke Orlando dan akhirnya kita berdua.”
“ya, kita hanya sebagai pengalih.” Adam menatap Keanu, “kayaknya gue mau ninggalin dunia ini, deh.”
Keanu nampak bingung. “Maksud lo? Mati?”
Adam memukul pelan lengan Keanu, “bukan, dodol, maksud gue, gue mau berhenti pacaran sama cowok, gue mau hidup normal, punya istri, anak, dan tua, hingga akhirnya jasad gue gak bernyawa lagi.”
“Lo yakin?”
Adam diam, kemudian menggeleng, “Gak tau, setiap gue mikirin ini gue selalu bingung, kita hidup bukan di negara barat di mana orang bisa menerima kita sebagai pasangan, kita hidup di negara timur yang kental dengan adat dan agama, kalau gue mutusin buat nikah sama cowok, otomatis gue harus pergi dari negara ini.”
“Udah, ah, kata-kata lo terlalu mengerikan bagi gue, buat sekarang, kita nikmatin aja hidup ini, jangan terlalu berpikir jauh.”
“Basar penakut!,” ejek Adam.
“Siapa yang penakut?”
“Lo!”
“Nggak, sok tau banget lo?”
“Are you sure?”
“Yeah, perlu bukti?”
Adam mengelitiki Keanu, ia nampak kegelian, kemudian membalas kelitikan Adam, mereka saling mengelitiki, kemudian Keanu berlari karena kalah, Adam mengejarnya, mereka berlari ke kamar, Keanu memegang guling dan memukul Adam. Karena tak mau kalah Adam yang balas memukul, ia memukul menggunakan bantal, Adam menarik tangan Keanu dan dijatuhkannya ia ke kasur. Mereka tertawa kemudian. Adam menatap Keanu yang masih tertawa, melihat Adam memperhatikannya, Keanu nampak malu, ia pun membalas tatapan Adam, tangan Adam mengelus lembut pipi Keanu, menyentuhnya dengan lembut.
Jantung Keanu berdebar kencang, wajah Adam semakin dekat, Keanu memejamkan matanya. Akhirnya Adam mencium bibir Keanu dengan lembut.
Ciuman itu kini semakin buas, Keanu dan Adam bermain aktif, keduanya membuka baju, kembali berciuman. Adam menindih tubuh Keanu, mencium bibir, pipi, leher dan puting Keanu. Ia mendesah hebat, permainan ini merupakan sensasi baru bagi Keanu, Adam benar-benar ahli membuat orang terangsang.
Kemudian Adam membuka celana Keanu, menciumi celana dalamnya, menjilatnya dengan lembut, Keanu melenguh nikmat hingga ia memejamkan mata. Di bukanya celana itu, bau khas dari penis tercium, lendir bening sudah keluar di ujung penis Keanu, Adam menjilati kemudian mengulumnya, permainan ini begitu membuatnya terperanjat, Adam tau dimana titik rangsang dari Keanu.
Setelah itu Adam memutar tubuhnya sehingga Keanu dengan leluasa membuka celana dan menghisap penisnya, mereka melakukan posisi 69 posisi saling mengenakan satu sama lainnya.
Permainan itu berlangsung cukup lama, Adam bangkit kemudian mengambil pelumas dan dibalurinya ke penis Keanu, Keanu menatap Adam, Adam mengangguk, Keanu mengambil sedikit pelumas ke tangannya dan ia usapkan halus ke anus Adam, ia nampak merem-melek menikmati setiap senti sentuhan jari di sekitar anusnya.
Keanu beraksi, penisnya sudah menempel di selangkangan Adam, perlahan tapi pasti, ia masukan penis itu dengan hati-hati, ia tak ingin melihat Adam meringis kesakitan, akhirnya usahanya tak sia-sia, penis Keanu kini sudah menempel di anus Adam dengan penuh, selanjutnya ia memaju-mundurkan penisnya perlahan, Adam nampak mendesah menerima gesekan itu, melihat itu, Keanu semakin terangsang, kini ia bermain cukup kencang, sehingga Adam semakin keras mendesah, permainan itu sangat panas. Terakhir kali Keanu bercinta dengan Lando ia tak seperti ini, gairahnya memuncah hebat, tariannya benar-benar menggunakan perasaan, ia sangat menikmati permainan baru ini.
Adam mengganti posisi, ia duduk di atas Keanu, menaik-turunkan tubuhnya yang leluasa bergerak di atas, posisinya menguntungkan kedua belah pihak, peluh sudah membasahi seluruh tubuh mereka, bercampur satu, tumpah ruah tak terbendung. Hingga akhirnya setelah semua posisi digunakan dan rasa nafsu hampir terbuncahkan, Keanu melenguh, ia tak dapat menahan air maninya untuk tidak tumpah di dalam anus Adam.
Crot crot crot crot
“Agh! Sial, gue udh kebobolan,” ujar Keanu, “sorry, Lando....”
Seketika suasana hening, Adam menghentikan aksinya dan pergi ke kamar mandi, Keanu terduduk merasa bersalah karena telah salah ucap.
Lima menit kemudian Adam keluar, wajahnya basah oleh air dan matanya sedikit sembab. Keanu berdiri dan mendekatinya.
“Sorry, gue gak bermaksud...”
Adam menggeleng, “gue juga sama, Kean, ketika kita ML tadi, yang ada di pikiran gue cuman Shane, gue ngerasa kalau dia yang lagi ML sama gue, tapi...”
“Sekeras apapun kita mencoba ternyata untuk saat ini kita belum bisa,” Keanu mengambil handuk yang melingkari tubuh Adam. “Tapi, gue yakin suatu saat kita pasti bisa melupakan mereka, gue yakin.” Keanu masuk ke dalam kamar mandi dan meninggalkan Adam yang masih berdiri mematung.

Penulis : Unknown ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel 4 Sexy Teacher 6 ini dipublish oleh Unknown pada hari 27 Januari 2015. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan 4 Sexy Teacher 6
 

0 komentar:

Posting Komentar