Tok tok tok
Suara pintu terdengar ketika mereka sedang asyik memeriksa nilai ulangan siswa di ruang keluarga.
“Biar gue yang buka pintunya,” ujar Shane.
Ketika Shane membuka pintu ia terkejut melihat seorang gadis cantik jelita bermata bundar bening dengan rambut panjang terurai berada di hadapannya, bukan karena ia terkejut dengan parasnya hanya saja pikirannya kini berkecambuk mengingat tentang Adam.
“Adam, ya? Kenalkan gue Kinan,” gadis itu menyodorkan tangannya.
Shane terdiam sesaat kemudian ia menjabat tangan Kinan. “Shane.”
“Shane?” Kinan nampak bingung, “bukannya yang punya rumah ini namanya Adam, ya? Apa jangan-jangan gue salah masuk rumah lagi?”
Shane yang masih terkejut kini sudah sadar, “oh maaf, ini emang rumah Adam, gue temennya, nama gue Shane. Senang berkenalan dengan lo.”
“So, dimana Adam?”
“Kalau gitu, ayo silakan masuk,” pinta Shane.
Shane dan Kinan berjalan menyusuri rumah Adam.
“Dam, ada tamu.”
“Siapa?” jawab Adam yang masih fokus kepada nilai ulangan.
“Gue Kinan, nyokap lo pasti udah cerita tentang gue.”
Sontak Adam menengok, dilihatnya gadis jelita yang sedang tersenyum manis. Adam berdiri, begitupun Keanu dan Orlando.
Adam menjabat tangan Kinan yang putih mulus.
“Lo ganteng juga, ya?” ujar Kinan jujur. Adam tersipu malu mendengar ucapan dari Kinan, Shane nampak tidak suka. “Gue pikir lo cowok jelek, item, dan pendek, hahaha sorry deh kalau imajinasi gue tentang lo salah.”
Adam tersenyum. Keanu, Orlando dan Shane serentak dalam hati berkata ‘Gender banget ini cewek’.
“Oh, ya, kamar gue di mana? Kata nyokap lo, gue boleh tinggal di rumah ini kapanpun gue mau.”
“Kenapa lo nggak SMS dulu sebelumnya kalau mau ke sini, kan kita bisa beresin dulu.”
“Ah gak usah, nyantai aja, lagian gue udah biasa kok dengan bau laki.”
Mereka berempat terkejut dengan apa yang gadis itu ucapkan. Sikapnya sangat bertolak belakang dengan parasnya yang ayu. Akhirnya mereka menunjukan kamar yang akan Kinan tempati, sebagian barang-barang Shane di pindahkan ke kamar Adam, Keanu dan Orlando membersihkan barang-barang yang sedikit berserakan di kamar Shane.
“Wah, makasih banget ya, udah di bersihin. So, kalau kalian nggak keberatan gue mau tidur dulu, bye.” Kinan menutup pintu kamar.
Keempat pria itu nampak benar-benar bingung dengan sikap Kinan dan kembali ke ruang keluarga.
“Itu Dam, calon istrimu?” celetuk Keanu.
Adam hanya nyengir kuda. “Gila, ucapan sama mukanya beda jauh, ya? Yang ini kaya cewek songong gitu. Agak kepreman-premanan gitu,” Orlando menambahkan.
“Ya, gue berharap dia bukan cewek rese.”
Malamnya.
Tok tok tok
“Kin, Kinan,” sapa Adam.
Tak ada jawaban dari Kinan. Adam mencoba sekali lagi mengetuk pintu.
“Kinan, Kinan.”
Masih tak ada jawaban. Adam sedikit panik, kini ia mengedor lebih keras.
“Kinan, Kinan, lo ada di dalam kan? Kinan, Kinan.”
Akhirnya Kinan membuka pintu.
“Ada apa, sih? Gue masih ngantuk, tau,” ucap Kinan santai sambil menggaruk-garuk kepalanya.
“Lo masih tidur jam segini? Dari tadi siang?”
Kinan hanya mengangguk.
Adam menggeleng kepala. “Gue sama temen-temen yang lain mau beli makan, lo mau ikut nggak?”
“Gue nitip aja, ya? Mau beli apa emangnya?”
“Palingan atara pecel ayam atau nasi goreng.”
“Ya udah, gue pesen itu, ya?”
Adam nampak bingung, “itu apa?”
Dua-duanya, pecel ayam sama nasi goreng.”
Adam terkejut, “apa? Dua-duanya? Lo mau makan dua-duanya?”
“Iya, emangnya kenapa? Gini-gini juga gue kalau makan banyak, eh, uangnya dari lo dulu, ya? Bye.” Kinan kembali menutup pintu.
Orlando menghampiri Adam dan bertanya, “kenapa Dam?” Adam tak menjawab, hanya tersenyum aneh.
Setelah mereka membeli makan, Adam kembali memanggil Kinan untuk makan. Akhirnya Kinan keluar kamar dengan wajah yang masih mengantuk.
Di meja makan.
“Wah, kayaknya enak, nih. Selamat makan semua.”
Tanpa basa-basi Kinan langsung makan, makannya sangat lahap. Orlando menatap nanar cara Kinan makan. Sedangkan Keanu mencoba untuk acuh.
“Makan lo banyak juga, ya?” ujar Shane.
“Kenapa? Kaget ya, liat cewek cantik makannya banyak? Kalau soal makan gue emang nomor satu.”
Lima menit kemudian semua makanan dalam piring Kinan habis, sedangkan makanan dari piring ketiga pria tersebut masih sisa setengah.
“Nasi gorengnya enak bener, ya? Eh, kalian kenapa nggak makan? Kalau nggak mau buat gue aja.”
Melihat itu Keanu terkejut, kemudian ia memberikan makanannya kepada Kinan.
“Wah, beneran ini buat gue? Makasih.”
Keanu hanya mengangguk.
“Eh, btw kita belom kenalan, ya? Nama lo siapa?”
“Keanu,” ujarnya kemudian minum.
Kinan hanya mengangguk, “kalau lo?” tanya Kinan lagi kepada Orlando.
“Gue Orlando.”
“Kalian pasti udah tau gue, kan? Gue Kinan yang di jodohin sama Adam.”
Seketika Adam terbatuk. Kinan tertawa seketika.
“Eh, kalau gue perhatiin, kalian semua kok pada ganteng, ya? Badan kalian bagus-bagus juga, sering fitness, ya?”
Tak ada yang menjawab pertanyaan dari Kinan. “Jangan-jangan kalian semua homo?”
Seketika juga Adam yang sedang minum kembali terbatuk, Shane melakukan hal yang sama di suapan terakhirnya.
“Wah kenapa jadi pada batuk gitu? Emangnya bener ucapan gue?”
“Ya nggak, lah. Kita cuman kaget aja sama ucapan lo,” Keanu menjelaskan.
“Ya, siapa tau aja kalian berempat itu berpasangan.”
Semuanya nampak diam. Adam merapikan piringnya kemudian pergi ke dapur di susul oleh Shane dan Orlando. Tersisa tinggal Keanu dan Kinan. Keanu senyum singkat kemudian pergi meninggalkan Kinan. Gadis itu hanya bengong tak mengerti.
&&&
Hari-hari kini telah berlalu dengan tambahan Kinan di dalam rumah Adam, mereka menjadi tidak leluasa untuk melakukan apapun semenjak kedatangan gadis itu, di tambah lagi dengan cara ia makan membuat mereka nampak merasa aneh dengan gadis tersebut.
Di atap rumah.
Orlando dan Shane sedang merokok.
“Sial, gara-gara ada si Kinan gue jadi nggak bebas ngelakuin apapun.”
Shane tersenyum.
“Kenapa sih, harus ada perjodohan ini? Kalau aja nggak ada dia kita mungkin udah happy ending.”
“Happy ending? Lo kata ini sinetron.”
“Ya abisnya gue sebel banget, si dede gue kan juga butuh penyegaran.”
Shane tertawa. Kemudian tak lama Adam dan Keanu datang sambil membawa kopi hangat.
“Nih, kopinya.”
“Thanks,” jawab Shane dan Orlando serentak.
“Gue gak nyaman banget ada si Kinan di sini,” keluh Adam kemudian.
“Nah, kan, itu yang gue ama Shane lagi omongin. Kita jadi nggak leluasa melakukan apapun, tau nggak?”
“Ya ada untungnya juga sih buat gue,” kata Keanu, “Jadi produksi sperma gue bisa terkumpul banyak,” jelasnya sambil tersenyum.
Ketika mereka asyik mengobrol Kinan datang dengan pakaian serba minim.
“Woah, lo gak kedinginan neng, pake pakaian kayak gitu diluar?” tanya Orlando.
“Gue udah bisa,” Kinan nampak acuh.
“Kenapa lo?” tanya Orlando lagi.
Kinan hanya diam.
“Boleh gue nanya?” Shane.
Kinan mengangguk.
“Lo tipikal cewek yang suka dugem, ya?”
Kinan menatap Shane, kemudian melangkah mendekatinya, semakin dekat, dekat, dan dekat. Shane nampak sangat gugup. Kini pandangan mereka beradu.
“Menurut lo, gue ada tampang cewek nakal?”
Shane menggeleng.
“Nah, lo tau,” ujarnya sambil kembali ketempat semula.
“Lo mungkin nggak nakal, cuman bagi kita lo tipe cewek yang sedikit arogan, jangan marah, ya. Ini hanya pendapat kita aja. Lo juga terlalu berani, bagus, sih, cuman lo juga harus hati-hati, karna nggak semua cowok yang lo temuin itu baik, mungkin aja mereka ada niatan jahat ke lo buat merkosa lo.”
Kini Kinan mendekati Adam, mendekatinya dan menyimpan kedua lengannya di pundak Adam. “Lo mau merkosa gue?” Adam menggeleng, “nggak usah merkosa, lagi pula nanti kita kan bakalan nikah, lo bisa nikmatin tubuh gue sepuas hati lo.” Adam sedikit berkeringat.
Keanu yang sebal mendengar ucapan Kinan memegang tangannya dan melepaskan rangkulan Kinan dari Adam. “Coba deh, dijaga tingkah lo, jangan terlalu gini sama cowok.”
Akhirnya Kinan melepaskan pelukannya, dan ketika Keanu akan kembali bicara, Kinan mendekatinya dan mencium bibir Keanu tiba-tiba. Mendapat ciuman yang mendadak Keanu terkejut ia coba lepaskan tangan Kinan yang menempel di kepalanya.
Adam, Shane dan Orlando langsung menghampiri mereka dan mencoba untuk melepaskannya. Cukup sulit bagi mereka melepaskan rangkulan Kinan kepada Keanu tapi akhirnya berhasil.
Keanu mengelap bibirnya.
Kinan yang kini di tahan oleh Shane tertawa sangat kencang.
“Kenapa lo ketawa, nggak lucu tau nggak!”
Kinan masih saja tertawa. Setelah cukup reda akhirnya Kinan mencoba mengontrol diri dan bicara, “I know about y’all. I know you’re gay.”
“What are you talking about? Lo mabok, ya?” ujar Orlando kesal.
“Nggak, gue nggak mabok, gue sadar seratus persen sama apa yang gue omongin. Kalian gay, kan? Ngaku aja sama gue.”
Adam dan Shane saling bertatapan.
“Biar gue jelasin, gue tau kalian gay, gue liat cara pandang kalian satu sama lain itu beda, kalau dalam istilah perhomoan itu namanya gaydar. Awalnya gue agak ragu gitu, tapi keraguan gue seketika sirna pas liat Shane ciuman sama Adam di dapur, eit, bukan cuman kalian berdua, gue juga ngeliat Keanu ciuman sama Adam pas kalian mau pergi ngajar. Dan yang terakhir gue liat Shane cium Keanu di bagasi.”
“Mungkin lo salah liat,” ujar Olrando.
Kinan tersenyum, “nggak lah, dan satu lagi yang paling parah, gue liat lo nyepongin kontolnya si Shane. Udah ngaku aja ama gue.”
“Wah, lo fitnah,” bentak Orlando tak terima.
“Udah Do, kita jujur aja, lagian yang dia ucapin itu kan beneran kita lakuin,” ujar Adam menenangkan. Adam menatap Kinan. “Terus kalau lo tau kita homo, lo mau bilang ke orang tua gue?”
Kinan kembali tersenyum kemudian menggeleng, “gue nggak akan bilang kok, cuman ada syaratnya.”
Adam sedikit panik. “Apa?”
“Gue mau lo izinin pacar cewek gue juga tinggal di sini.”
Semuanya terbelalak dengan perkataan Kinan.
“Lo lesbi?” tanya Keanu.
Kinan tersenyum kemudian mengangguk.
“Iya, gue lesbi, lebih tepatnya gue feme, gue juga sama kayak kalian.”
Semuanya saling pandang dan kemudian senyum-senyum bahagia.
&&&
Setelah pengakuan dari Kinan bahwa dirinya lesbian, kini keempat laki-laki itu tak malu untuk menunjukan rasa sayang mereka satu sama lainnya. Kinan pun nampak tidak canggung dengan sikap mereka ketika melihat mereka berciuman atau bermesraan. Baginya hal ini sudah biasa. Tapi ada satu pertanyaan yang mengganjal dalam benaknya.
“Eh guys, gue mau nanya, nih.” Tanya Kinan saat makan malam.
“Apa?”
“Kalian berempat itu pacaran? Siapa sama siapa? Tapi kok kalian saling ciuman sih, gue jadi agak bingung.”
Adam menjelaskan, “begini, dulu, gue pacaran sama Shane dan Keanu sama Orlando, awalnya kita nggak saling kenal, kemudian someday kita dipertemukan, awalnya kita sempet ribut karena Shane selingkuhin gue, tapi setelah drama yang cukup menguras air mata kita balikan lagi, tapi disatu sisi, gue juga suka sama Orlando sama Keanu. Jadi akhirnya kita bicara tentang perasaan kita dan akhirnya semuanya jadi pasangan.”
Kinan mengangguk, “wih keren, ya? Eh tapi untuk urusan orang tua kita gimana?”
“Gue udah mikirin ini sebelumnya dan gue nemu ide yang cukup gila,” ia menatap Kinan, “kita nikah aja dulu, tapi masalah hati gue ngebebasin lo buat pacaran sama cewek lo, dan lo juga harus ngebebasin gue masih menjalin hubungan sama mereka, gimana?”
Kinan mengangguk setuju.
Akhirnya kehidupan mereka kembali seperti sedia kala, penuh cinta, penuh warna, tanpa ada orang lain yang curiga. Kinan dan Yola –pacarnya- pun kini bisa bersama. Tak ada kebingunan menyelimuti hatinya.
Epilog.
Empat pasangan sedang tiduran di atas karpet di atap rumah mereka, setelah bercinta. Adam mengelus tubuh Shane, menciumi tubuh yang sudah penuh dengan peluh.
“Gue gak pernah bosan sama tubuh ini,” ujar Adam sambil memainkan pusar Shane.
Shane mencium kening Adam.
“Eh, guys, gimana kalo kita liburan ke luar negeri?” ujar Keanu.
“Iya, bener tuh, kita berempat kan belum sempat liburan ke luar negeri, tapi ke nama, ya?”
Setelah berpikir beberapa detik akhirnya mereka serentak menjawab; “Pattaya!” semuanya tertawa setelahnya.
Cinta itu indah, bila kita bisa memaknainya. Karena rasa cinta hadir memberi warna dalam kehidupan. Dan, cinta tak dapat dipaksakan harus kepada siapa. Tak menentukan jenis kelamin apa. Cinta. Hanya cinta. Cukup percayai cinta, maka cinta akan memberikan indah kepada anda.
Tamat


0 komentar:
Posting Komentar