4 Sexy Teacher 8

Orlando termenung sambil melihat bintang malam di halaman kontrakannya. Shane datang sambil membawa secangkir kopi.



“Nih, biar lo gak kedinginan.”
Orlando mengangguk.
Shane mengambil sebatang rokok dan menyalakannya.
“Apa yang bakalan lo lakuin sekarang?”
Shane menggeleng.
“Apa menurut lo gue masih bisa balikan lagi sama Keanu?”
“Mungkin.”
“Apa lo yakin bisa balikan sama dia?”
Shane kembali menggeleng. “Nggak, Adam udah benci banget ama gue, dia itu teguh pendiriannya. Sekali dia benci, akan tetapi seperti itu, dan susah untuk bisa meluluhkan hatinya.”
“Apa Keanu sama?”
Shane mendengus dan menghisap rokoknya. “Gue gak begitu kenal Keanu, tapi setau gue, dia berbeda, dia lebih tenang dibandingkan Adam. Lo liat ekspresi dia ketika pertama kali dia mergokin kita?”
Orlando mengangguk. “Ya, gue harus yakin gue bisa balikan sama dia. Dan lo juga!”
Shane kembali menggeleng sambil menghembuskan asap rokoknya. “Nggak, hubungan gue ama dia udah berakhir, dia gak akan sudi buat ketemu lagi sama gue.”
“Coba lo deketin dia lagi.”
“Dia gak akan mau!”
“Gue yakin di kemarahannya itu, dia masih cinta sama lo, hanya saja kita harus sabar.”
“Tapi bagaimana?” tanya Shane kesal.
“Dekati di sama ketika lo pertama kali Pe De Ka Te sama dia.”
Shane menatap bintang. “Itu mustahil.”
&&&
Adam berjalan menuju atap rumahnya dan menemukan Keanu yang duduk di dinding pembatas. Kemudian memeluk Keanu erat.
“Gimana?”
Adam mengeluh, “gue udah bilang semua.”
“Oh.” Keanu nampak tenang namun sorot matanya kosong. “Tadi Orlando datang ke sini.”
“Si berengsek itu datang ke sini?”
Keanu mengangguk. “Ya, dan gue juga udah bilang semua. Gue bilang kalau kita udah ML.”
“Dan?”
“Dan dia gak bisa nerima itu semua, wajahnya syok dan gue ninggalin dia sendiri di luar.”
Adam semakin memperdalam pelukannya, kini wajahnya ia dekatkan ke wajah Keanu dan menciumnya. Keanu membalas ciuman itu. Adam mengangkat tubuh Keanu dan membawanya ke kamar. Di jatuhkannya Keanu ke kasur sambil masih berciuman. Adam mencoba mambuka baju Keanu, di ciumnya pentil Keanu sambil mencoba membuka celananya. Keanu mendesah hebat, diremasnya rambut Adam. Karena tak mau kalah Keanu membuka baju Adam dan melakukan hal yang sama. Diciumnya tubuh Adam, di jilatinya pentil susu dan kesemua bagian tubuh Adam. Adam kini menindihnya, dibuka celana Keanu dan muncullah benda tumpul dan tegang itu. jilumat habis penis Keanu dengan serakah, Keanu mendesah, menggelinjang, dan kembali memegang rambut Adam.
“Ah...”
Adam semakin kencang menyedot penis Keanu tanpa ampun, namun hampir saja Keanu klimaks, Adam menghentikan gerakannya dan kembali mencium Keanu. Kini giliran Keanu, ia mencium perut Adam, membuka celananya dan memegang penis yang masih setengah tegang. Dipukulnya penis itu ke pipinya dan dilumat dengan semangat penis Adam. Kini mereka melakukan permainan 69.
Setelah puas Keanu membalikan tubuh Adam, di jilat lubang pantat dan dipukul perlahan pantat gempalnya. Perlahan tapi pasti Keanu memasukan penisnya ke Anus Adam, perlahan, perlahan dan masuk semua. Keanu menggoyangkan tubuhnya kencang, memainkan tarian cinta dengan penuh cinta dan mengganti beberapa posisi agar lebih terasa kenikmatannya.
Setengah jam kemudian Keanu hampir klimaks, kini ia semakin cepat memompa penisnya dan tanpa bisa di duga air maninya tumpah ruah di dalam anus Adam. Adam tak mau kalah ia pun klimaks dengan air mani yang tumpah di tubuhnya. Keanu dan Adam berkeringat keduanya tersenyum dan Keanu menindih tubuh Adam.
Adam berbisik. “I love you, Kean.”
Keanu tersenyum, “i love you too.”
&&&
Seseorang mengetuk pintu kelas ketika Adam sedang menjelaskan materi pelajaran. Ia tersenyum dan menghampiri orang itu.
“Oh, bu Yuni ada apa?”
“Ada tamu yang nungguin bapak di kantor.”
Siapa ya?” Adam tersenyum kemudian mengangguk. “Ya sudah terima kasih bu Yuni. Saya akan ke sana setelah memberikan tugas kepada anak-anak.”
Adam memasuki kantor dan terkejut ketika di dapati yang duduk di kantor dan sedang mengobrol dengan Kepala Sekolah adalah Orlando.
“Oh, itu dia pak Adam. Ini ada pak Orlando katanya ada yang harus di sampaikan. Kalau begitu saya permisi dulu, ya?”
“Oh iya,” ujar Orlando ramah.
Adam duduk di hadapan Orlando dengan wajah yang tak suka.
“Ngapain lo dateng ke sini?”
“Gue mau ngejelasin sesuatu.”
“Gak ada yang mesti di jelasin! Sebaiknya lo keluar di tempat pertama kali lo masuk. Silahkan!” bentak Adam.
“Gue tau lo benci banget sama gue, tapi kasih kesempatan buat...”
“Gue bilang gak ada yang harus di jelasin....” Adam menatap keadaan kantor yang sepi, “hubungan gue sama dia udah berakhir, sekarang lo boleh sepuas-puasnya buat tidur sama dia!”
“Apa lo nggak bisa ngertiin perasaan dia?”
Adam berdiri. “Ada yang lebih penting daripada membicarakan hal omong kosong ini. Gue harus ngajar dan gue harap lo ngerti.” Adam berjalan ke luar tapi dengan seketika ia hampir menabrak kepala sekolah.
“Oh, pak Adam, sudah beres ngobrolnya?”
Orlando langsung menghampiri Adam dan Kepala Sekolah ke depan. “Begini pak, saya mau meminta izin untuk membawa pak Adam ke SD Beta, ada pertemuan seputar penataran.”
Kepala sekolah tersenyum, “oh begitu, kalau begitu silahkan saja.”
“Tapi pak, bagaimana dengan kelas saya?” tanya Adam buru-buru.
“Biar nanti saya minta bu Yuni buat ngegantiin bapak dulu. Silahkan pak!”
Orlando menarik lengan Adam dan membawanya ke parkiran.
“Lepasin tangan gue!” bentaknya sambil melepaskan pegangan tangan Orlando.
“Apa yang gue omongin itu benar. Ada hal penting yang ingin gue sampein mengenai penataran. Kita kumpul di SD Beta sekarang, nih!” kata Orlando sambil memberikan helm.
Akhirnya mau tidak mau ia mengikuti apa kemauan Orlando.
Sesampainya di sekolah Beta, mereka langsung memasuki ruangan. Di sana ada Shane dan Keanu, Adam nampak terkejut melihat Keanu ada di sekolah tersebut.
“Ngapain lo di sini Kean?”
“Ah, Adam,” ujarnya terkejut. “Gue tadi diminta sama Shane buat ikut dia ke sini. Katanya mau ngomongin masalah penataran.”
Melihat Orlando masuk Keanu langsung diam. Adam duduk di samping Keanu dan Orlando duduk di samping Shane.
Dua menit telah berlalu namun masih tak ada yang berbicara. Akhirnya Orlando membuka pembicaraan.
“Karena tidak ada yang mau bicara, gue aja yang mulai. Kita kumpul di sini mau ngebahas masalah kita yang...”
“Tidak ada kata kita!” bentak Adam.
Orlando nampak jengkel. “Baiklah, maksud gue di sini kita kumpul buat menyelesaikan masalah yang belum selesai, jadi...”
“Masalah gue sama kalian udah selesai, jadi gak ada lagi yang harus di obrolin,” sekali lagi Adam membentak dan memotong ucapan Orlando.
“Maksud lo apa sih? Dari tadi lo...”
“Udah Do, sabar, kita di sini bukan cari ribut, hm, ya udah gue aja yang ngomong.” Ia menatap Adam kemudian Keanu. “Kita kumpul di sini intinya untuk menyelesaikan semua masalah ini, kita cuman butuh waktu lima menit setelah itu gue janji kita langsung ngebahas topik mengenai penataran.”
Adam diam saja tanpa melihat ke Shane.
Shane menatap Adam lekat, wajahnya nampak layu. “Dam, gue minta maaf, gue minta maaf atas semua perlakuan gue ke lo. Maafin gue yang udah menghancurkan semua kepercayaan lo ke gue. Gue sadar gue salah banget udah selingkuh sama lo. Sekali lagi gue minta maaf.” Kemudian Shane menatap Keanu. Keanu yang ditatap seperti itu langsung menunduk. “Dan buat Keanu, gue juga minta maaf sama lo, karena gue hubungan lo sama Orlando ancur, maafin gue yang udah ngerebut orang spesial di hati lo. Gue emang gak punya perasaan. Maafin gue Keanu.”
Orlando mendekati Keanu. “Keanu, gue minta maaf sama lo, maafin gue yang udah ngancurin kepercayaan yang udah kita bina, maafin gue karena keegoisan gue sehingga membuat lo menderita, mungkin kata maaf ini gak sepadan dengan apa yang udah gue lakuin ke lo, lo adalah orang yang paling baik, paling pengertian, dan gue malah ngancurin dan memanfaatkan kepercayaan lo. Dan untuk Adam, gue minta maaf yang sebesar-besarnya. Karena gue hubungan lo sama Shane jadi hancur, gue emang tolol, kalau bukan karena gue, mungkin lo sama Shane masih baik-baik aja sampe sekarang, tapi karena nafsu gue yang kaya binatang gue jadi ngancurin semua. Ngancurin hubungan lo, ngancurin hubungan gue sama Keanu juga. Sekali lagi gue minta maaf.”
Dalam satu menit tak ada pembicaraan diantara mereka. Keanu dan Adam masih diam.
“Please, say someting,” ujar Shane lirih.
Adam berdiri. “Udah ngomongnya? Jadi sekarang ada hal penting apa dari penataran?”
“Gak ada gitu hal yang mau lo omongin ke kita?”
Adam menatap orlando dengan kesal. “Gue udah bilang sama lo, masalah gue ama dia dan kalian semua sudah selesai. Jadi gak ada lagi yang harus di omongin.”
“Lo itu ya! Gak punya perasaan banget sih. Kita udah capek-capek bawa lo ke sini dan lo malah giniin kita!.”
Adam semakin geram, “gue gak pernah minta dibawa ke sini, kalaupun gue mau, itu semua karna tadi lo bilang ada hal penting mengenai penataran yang mau lo sampein ke kita. Gue cuman butuh itu, selebihnya gak penting!”
“Coba lo hargain permintaan maaf kita, gue tau lo marah sama kita, terus apa marah lo itu bakalan terus di bawa sampe lo mati? Nggak kan?”
“Hargain lo bilang? Lo bilang hargain? Apa lo ngehargain gimana perasaan gue, gimana perasaan Keanu yang lo campakan gitu aja? Kalau ngomong mikir dulu!”
“Gila ya lo! Kalau tau bakalan kaya gini gue gak akan sudi ngajak lo ke sini,” Orlando menghampiri Adam, Shane mencoba menengahi mereka.
“Shane lepasin gue!” ujar Orlando yang ditahan oleh Shane.
“Tenang Do, tenang, kita bisa nyelesein semua ini dengan kepala dingin.”
Orlando mencoba melawan. “Orang kaya dia gak akan mau ngedengerin permohonan maaf kita, tingkahnya itu kaya orang yang sok suci!”
“CUKUP!” bentak Keanu. “Gue bilang cukup, cukup! Gue datang ke sini bukan mau ngeliat kalian ribut. Kalau kalian cuman mau ribut mending jangan bawa-bawa gue! Kalian itu kayak anak-anak yang bisanya pakai emosi, gue capek kaya gini terus, ok gue mau dengerin permintaan maaf kalian, tapi nggak dengan cara ribut kaya gini gue... gue...” tiba-tiba penglihatan Keanu menghitam dan ia langsung jatuh pingsan.
Dengan seketika Orlando dan Adam berteriak.
“Keanu!”
Adam memegang kepalanya dan menaruh di pahanya.
Shane berlari keluar untuk segera mengambil ari minum dan minyak angin.
Orlando segera membuka kancing baju Keanu agar pernafasannya kembali lancar.
“Kean maafin gue, Kean, maaf,” ujar Adam.
Orlando menampakan wajah khawatir, ia mengipasi tubuh Keanu dan memijitnya.
Shane datang dengan membawa air putih dan minyak angin.
Dibalurkan semua minyak angin ke tubuh dan hidung Keanu agar merasa hangat.
Orlando duduk di samping Adam dan Shane nampak duduk di kursi dekat mereka.
Selama beberapa menit tak ada pembicaraan apapun. Mereka sibuk berkutrat dengan pikirannya masing-masing. Shane menatap Adam sendu, memerhatikan perhatian Adam kepada Keanu yang benar-benar terlihat tanda rasa sayangnya.
“Ini semua gara-gara gue, kalau gue gak marah-marah mungkin ia tak akan sampai seperti ini.”
Adam menatap Orlando yang sedang sangat cemas dan menarik nafas dalam.
“Do, gue minta maaf, maafin gue yang terlalu emosi, ini juga salah gue yang terlalu egois gak mau dengerin permintaan maaf kalian, maafin gue ya.”
Orlando hanya menatap tanpa berkata apa-apa.
Lima belas menit kemudian di dalam keheningan yang mereka buat sendiri.
“Keanu pernah seperti ini, dia pernah pingsan kayak gini. Hm... gue terlalu khawatir. Dia paling tidak bisa kalau ngedenger ada orang yang ribut. Dia takut. Dan akhirnya panik sendiri. Mungkin setengah jam lagi dia bakalan sadar.”
“Syukurlah kalau gitu,” ucap Adam yang nampak lebih tenang setelah mendengar pernyataan Orlando.
“Dulu gue pernah ribut sama orang lain, kejadiannya hampir sama kaya gini. Masalahnya... ah entahlah gue lupa, yang gue inget waktu itu dia panik tanpa berkata apa-apa dan tiba-tiba pingsan. Mungkin keadaan sekarang lebih membuatnya panik, dia sampai bisa semarah itu, gue belum pernah liat dia semarah itu, mungkin ini puncak rasa frustasinya. Hm... apa dia bakal bisa maafin gue?”
Adam diam mengelus-elus rambut Keanu yang nampak berantakan.
“Gue juga minta maaf Dam, udah maksa lo datang ke sini. Sebab gue gak mau ngeliat orang yang gue sayang menderita.”
Adam tersenyum. “Dulu Keanu pernah bilang ke gue, dia bakalan terus sayang ke lo meskipun lo udah selingkuh dari dia, selama lo belum bilang putus dia masih mau sama lo. Cintanya sama lo besar banget Do, saat itu gue marah juga ke dia, gue maki dia dengan kata-kata kotor, tapi dia tetap diam, gue sadar pas liat matanya, ucapan yang keluar dari mulut dia bukan hanya omongan bullshit. Dia tulus sama lo, dia rela lo duain asal lo masih mau sama dia.”
“Ya, dia adalah orang terbaik yang pernah gue kenal, dan gue orang termunafik, tapi dia masih mau nerima gue apa adanya, bodohnya gue yang udah buat dia kaya gini.”
Adam menepuk pundak Orlando. “Dia pasti maafin lo, malah dia udah maafin lo dari pertama kali dia liat lo selingkuh. Pengorbanan dia besar, dia gak pernah nujukin rasa sedihnya dihadapan gue. Gue yakin dia bakalan mau balikan sama lo.”
Orlando tersenyum.
“Nah, kan lebih baik kalau kalian akur seperti ini,” ujar Keanu tiba-tiba.
“Keanu!” teriak serentak.
“Maafin gue Kean, maafin gue atas semua kesalahan gue. Lo mau kan balikan lagi sama gue?”
Keanu mengangguk, “gue udah maafin lo, Do, tapi lo harus bisa nerimaan kalau sekarang di hati gue bukan cuman ada lo.”
Orlando mengangguk, “gue terima lo apa adanya, sama seperti lo yang mau nerima gue apa adanya.”
Akhirnya keadaan kembali seperti semua. Keanu kini nampak lebih segar dari sebelumnya, beban di tubuhnya kini berangsur menghilang.
Sepuluh menit kemudian.
“Ok kalau gitu kita bahas yang tentang penataran,” ujar Shane. Meski orlando dan Keanu sudah kembali akur, tapi rupanya kecanggungan masih melada Shane dan Adam mereka masih belum bicara banyak.
Orlando melanjutkan, “Shane mendapat pesan dari panitia penataran, katanya kita diminta sama panitia penataran untuk menjadi perwakilan kotamadya untuk pengadaan penataran di Bandung, kita berempat, kita dipercaya karena menurut mereka kita adalah tim yang kompak walaupun sebenarnya yang mengerjakan tugas akhir adalah Keanu dan Adam. Jadi, apa kalian bersedia?”
Keanu langsung meiyakan ketersediaannya. Kini semua mata tertuju kepada Adam.
“Bagaimana, Dam?” tanya Keanu. “Ayolah, please...”
Akhirnya Adam mengangguk dan senyumpun tersungging di bibir ketiga pria lainnya.

Penulis : Unknown ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel 4 Sexy Teacher 8 ini dipublish oleh Unknown pada hari 05 Januari 2017. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan 4 Sexy Teacher 8
 

0 komentar:

Posting Komentar