4 Sexy Teacher 1



Ini adalah kisah cinta, bukan kisah tentang cinta seperti layaknya cinta pada standar biasa. Kisah cinta yang terkadang sulit untuk dimengerti dan diterima, berbeda, tetapi inilah cinta. Yang tak mengenal jumlah bilangan cinta, seperti pasangan yang hanya dimiliki seorang pria dan wanita di dalamnya, ini cinta, cinta empat pemuda dengan berbeda watak dan pandangan hidup. Menyatu? Tentu! Atas dasar cinta perbedaan itu saling menghiasi, memberi warna berbeda dengan kelaziman yang berbeda pula.
Dan untuk cinta yang tak lazim ini, kisah ini bercerita.

************************************************************

Adam tahu, minggu-minggu pertamanya sebagai guru honorer pasti akan terkesan canggung, bukan karena belum terbiasanya ia mengajar, melainkan kecanggungannya terhadap guru-guru senior yang ada di sekolah itu, memang lumrah hal itu terjadi kepada siapapun orang yang memasuki dunia kerja yang baru bahkan di manapun bekerja. Meski banyak yang meremehkan pekerjaan sebagai seorang guru, terlebih lagi hanya sebagai guru honorer, namun Adam tak pernah menyesali atau mengeluh, baginya, mengajar merupakan sebuah pekerjaan sekaligus hobi yang di bayar, meski nilai rupiahnya tak seberapa, asalkan ia merasa enjoy, maka ia dengan senang hati menjalaninya. Bukan hanya mengajar, Adam juga sangat menyukai dunia tulis menulis, baginya menulis adalah sebagian dari hidupnya, apapun jenis tulisannya, mau novel, artikel, esai, cerpen, bahkan puisi, pasti ia kerjakan, bahkan ketika liburanpun ia habiskan hanya untuk menulis. Selain mengajar dan menulis, Adam juga sangat hobi berolah raga, apalagi olah raga dalam ruangan seperti fitness, maka tak heran tubuhnya terbentuk indah dengan bantuan alat-alat berat tersebut.
Kulit putih mulus dengan mata bulat dan alis yang lentik, membuat ketampanannya semakin terpancar, berpadu dengan tubuh idealnya. Banyak gadis-gadis semasa sekolah dan kuliah yang menyukainya, tapi ia tak pernah menanggapi atau memedulikan hal itu, hingga saat ini ia masih menyimpan satu nama di hatinya, dan nama itu kini benar-benar telah menjadi kekasihnya.
“Pak, ada salam dari bu Yuni, tuh,” kata seorang ibu guru yang duduk di sampingnya ketika jam istirahat di kantor.
Adam tersenyum.
“Kok, senyum aja, sih? Diterima nggak salamnya?” ucap ibu guru itu lagi.
“Diterima, bu, salam balik, ya?” ucap Adam datar sambil terus sibuk merekap nilai ulangan harian siswa.
“Yah, si bapak ini, kok datar-datar aja, bu Yuni itu suka beneran sama bapak, emangnya bapak gak punya perasaan yang sama gitu, sama bu Yuni? Padahal dia, kan cantik, pak. Kalian cocok loh.”
Adam kembali tersenyum. “Belum kepikiran buat pacaran, bu, mau fokus kerja dulu. Kalau pacaran kapan saya bisa kaya? Uangnya pasti bakalan kepakai buat nge-date atau apalah itu.”
“Kata siapa? Pacaran nggak harus modal, kok, pak. Saya saja waktu masih pacaran sama suami, dia jarang keluarin uang, malah saya yang sering keluarin uang buat dia. Kalau sudah cinta, sih, uang bukan penghambat.”
Adam melirik ibu guru yang ternyata bernama bu Hilda itu sambil tersenyum dan kembali fokus kepada pekerjaannya. Sesaat kemudian ia menatap bu Hilda, “Oh, ya, bu, besok yang ikut penataran siapa saja?”
Bu Hilda berpikir sejenak, “kalau gak salah si bapak sama pak Makmur, tapi katanya beliau tidak bisa, jadi kemungkinannya di ganti dengan guru lain, tunggu, biar ibu tanyakan dulu ke Kepala Sekolah, ya?”
Adam mengangguk, kemudian bu Hilda pergi ke ruang Kepsek. Beberapa menit kemudian ia keluar sambil senyum-senyum sendiri.
“Ada apa, bu, kok, senyum-senyum sendiri gitu?” tanya Adam heran melihat tingkahnya.
“Memang kalian jodoh, ya?”
“Maksud ibu apa?”
“Guru yang menggantikan pak Makmur untuk penataran di SD Angel 2 itu bu Yuni,” ia berkata seperti itu sambil mesem-mesem tidak jelas, Adam hanya menggeleng menanggapinya.

&&&
Di sebuah kelas, ada seorang guru yang sedang sibuk menerangkan tentang pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kepada para murid, ia berdiri di depan sambil memegang sebuah gambar besar tentang hewan-hewan.
“Jadi, kalian sudah tahu, kan tentang omnivora, karnivora dan herbivora, baiklah, agar kalian lebih mengerti lagi, bapak akan tunjuk satu anak. Em, coba Fiqri, apa itu omnivora?”
Murid yang di tunjuk itu terkejut, kemudian berpikir sejenak, “Tikus, kemudian.... beruang, dan em... ayam.”
“Ya, benar sekali, hewan yang termasuk ke dalam golongan omnivora adalah ayam, tikus, dan beruang, mengapa ketiga hewan itu masuk ke dalam golongan omnivora, coba Raju jelaskan?”
Anak itu dengan mantap menjawab, “sebab ayam, tikus, dan beruang adalah hewan pemakan daging dan tumbuhan.”
“Iya, benar sekali, jadi ketiga hewan itu masuk ke dalam golongan omnivora, karena mereka makan daging dan tumbuhan, mereka bisa memakan tumbuh-tumbuhan dan juga daging-dagingan, tergantung apa yang mereka temukan untuk di makan.”
Lalu, ada salah satu anak yang mengacungkan tangan.
“Pak, kalau gitu manusia termasuk hewan omnivora, dong?”
Shane tertawa, “coba bapak bertanya, apa kamu termasuk hewan?”
“Bukan.”
Maka, pecahlah kelas yang tadinya hening itu menjadi ramai oleh gelak tawa. Tiba-tiba bel berbunyi.
Teeeeeeeeeeeeeet
“Sudah waktunya istirahat, oh, ya, setelah ini jangan lupa PR matematikanya di kumpulkan, ya? Kalau ada yang tidak mengumpulkan PR tidak boleh ikut pelajaran bapak lagi, mengerti?”
Semua anak menjawab dengan serentak. “Iya, pak!”
Shane pergi keluar kelas dan segera memasuki ruang guru.
Ketika baru saja Shane duduk, Kepala Sekolah memintanya untuk datang ke ruang guru.
“Iya, pak ada apa, ya?”
“Begini, pak Shane, besok kamu dengan pak Anton ikut penataran, ya, di SD Angel 2, kalau bisa jam 8 sudah datang ke sana, ya?”
“Baik, pak.”
Shane keluar dari ruang Kepala Sekolah.
Shane adalah guru honorer yang sudah bekerja di SD Negeri itu selama tiga tahun, ia adalah guru muda yang terkenal dengan kemaskulinannya, wajahnya yang tirus dan alis mata yang tajam, membuatnya terlihat seperti orang yang tegas, padahal ia adalah pribadi yang kocak, suka bercanda dan terkenal dengan kebaikannya, banyak orang tua murid yang menyukai guru muda itu, sehingga tak jarang orang tua murid yang anaknya belajar oleh dia selalu rela menunggu lama di luar dengan alasan ingin mengawasi anaknya belajar, padahal jelas terlihat bahwa orang tua murid itu hanya ingin melihat guru muda tampan itu mengajar. Selain itu, ia hobi main sepak bola dan traveling sehingga banyak tempat yang sudah ia kunjungi. Dan, untuk masalah hati, ia sudah menemukan tambatan hatinya seseorang yang selalu membuatnya bergairah.
&&&
Sorenya setelah pulang sekolah.
Seorang pria nampak sedang tidur ketika Adam sampai di rumah, Adam membuka sepatunya, kemudian menyimpan tasnya di meja. Ia duduk di samping kasur kemudian merangkul pria yang sedang tidur itu.
“Eh, lo udah datang?”
Adam mengangguk.
“Tumben pulangnya lama.”
“Tadi abis meriksa nilai anak-anak, lo sendiri, kok, udah ada di rumah?”
“Iya, tadi pulang cepat, katanya gue harus nyiapin barang-barang yang harus di bawa buat penataran besok.”
“Oh, lo ikut penataran kurtilas juga?”
“Iya emangnya lo juga?”
Adam mengangguk kemudian tersenyum.
“Jadi selama lima hari ini kita bakalan bertemu terus, dong?”
Adam kembali mengangguk, “tapi besok kita gak bisa bareng berangkatnya, soalnya guru yang lain minta ikut sama gue.”
“Siapa? Cowok?”
“Emangnya lo pikir di sekolah gue ada guru muda yang ganteng selain gue?”
Shane menggeleng.
“Itu tau.”
“Jadi siapa?”
Adam membuka kemejanya dan melempar ke tempat cucian kotor.
“Ya, lo tau sendiri, cewek ini sering banget di jodoh-jodohin ke gue, si Yuni.”
“Oh, Yuni, dia, kan, cantik, emangnya lo nggak mau ama dia?”
Adam menggeleng, “gue maunya cuman sama lo,” seketika juga Adam mencium bibir Shane, mereka berpagutan lama sekali. Kemudian Shane membuka kaus dalam milik Adam dan melemparnya, ia kembali asik melumat bibir Adam dengan penuh nafsu, menjelajah ke lehernya, kemudian ke putingnya, Adam mengerang keenakan, meremas rambut Shane dengan gemas. Dibukanya celana dinas Adam, dijilati celana dalam Adam dengan nafsu, setelah itu, ia buka celana dalam yang membungkusi tubuh Adam.
Di jilatnya penis itu, Adam kembali mengerang kenikmatan, “lo suka?” Adam mengangguk. Penis itu kini sudah masuk ke dalam mulut Shane, ia mengulum dengan sangat buas dan lihai. Pantat Adam yang sangat menggairahkan kini ia angkat, ia jilati anusnya dengan perlahan. Adam kelojotan menerima jilatan itu, ia memegang sprei kasur menahan nikmat.
Mereka kembali berciuman, saling berpagut satu sama lain, kini Adam yang mengambil alih permainan di bukanya celana pendek Shane, dan langsung saja penis Shane ia kulum, ia sedaot sekut tenaga sehingga Shane mengerang dan mencium rambut Adam yang masih rapih itu.
Setengah jam terlewati dengan ciuman, lumatan, jilatan dan sedotan, kini Shane ingin kepermainan yang lebih intim, ia mengambil pelumas, dan di oleskannya ke penisnya yang sudah basah oleh air liur Adam. Adam sendiri kini tengkurap dan dengan perlahan Shane memasukan penisnya ke dalam anus Adam dengan hati-hati, ia masukan perlahan, Adam nampak mendesah pelan, tubuhnya pasrah akan tindihan Shane, ia memaju-mundurkan penisnya perlahan, setiap gesekannya sangat dinikmati oleh mereka berdua, setelah itu Shane melakukannya dengan kecepatan stabil, tubuhnya mulai basah oleh keringat, keringat mereka menyatu akan tarian cintai yang mereka kerjakan, makin lama, tarian itu semakin cepat, selanjutnya mereka berganti posisi, kini Adam berada di atas tubuh Shane, menaik-turunkan tubuhnya dengan cepat, permainan mereka semakin ganas, Adam dengan telatennya terus menyempitkan anusnya agar Shane merasa nikmat, tak lama setelah itu kembali mereka merubah posisinya, doggy style, gerakannya cepat, sehingga muncul suara aduan antara kulit Shane dengan kulit Adam.
Mereka nampak liar melakukan tarian cinta ini, karena seringnya mereka melakukan hubungan yang didasari cinta ini, keduanya menyatu bagai segumpal permen karet yang tak dapat berpisah peluh dan ciuman manja menebar di setiap ruangan, Shane mengerang keenakan, Adam tahu, dengan mendengar erangan kencang dari Shane itu pertanda bahwa Shane tak akan lama lagi keluar, ia mencoba mengganti posisi, kini Adam tidur dan kedua kakinya naik ke atas, bersandar ke tubuh Shane, goyangannya semakin tak terkendali, sepersekian menit kemudian, Shane mengeluarkan penisnya dan ia tumpahkan di tubuh Adam, tak mau kalah, Adam pun rupanya sudah keluar, akhirnya mereka memuntahkan lahar kental dan nikmat itu secara bersamaan, Adam tersenyum menatap Shane yang berekspresi seperti itu, Shane tersenyum menatap Adam, kemudian keduanya tertawa bersama sambil berelukan.

&&&
Keesokan harinya, Adam sampai di SD Angel dengan membonceng bu Yuni, guru itu memang terlihat sangat menyukai Adam, ketika sampai di parkiran motor, ia melihat Shane sedang merokok sambil memperhatikannya, kemudian Adam memberikan kode bahwa ia sudah sampai di sini, Shane mengangguk. Rupanya bu Yuni mengenali Shane dan menghampirinya.
“Eh, pak Shane, ikut penataran juga?”
“Oh, iya, bu Yuni, ya?”
“Iya, saya bu Yuni, masa lupa? Kita, kan, dulu pernah se SMP.”
“Oh, ya? Kok saya nggak ngeh, ya, ada gadis cantik di SMP itu?”
“Ah, bapak bisa aja,” ujar nu Yuni tersipu malu.
Adam yang mendengarkan hanya geleng-geleng kepala. Kemudan bu Yuni pamit duluan untuk masuk ke dalam ruangan, Adam dan Shane berjalan beriringan meski masih berjarak.
“Cemburu?” tanya Shane.
“Ngapain cemburu?”
“Gimana kalau akhirnya nanti si Yuni itu berpaling dan jadi suka sama gue?”
“Bodo amat!”
“Huh, marah!”
“Nggak, ssstttt udah, ah, jangan terlalu deket-deket, takut ada yang curiga.”
“Oh, gitu, ya udah, gue duluan bareng bu Yuni,” ujar Shane sambil tangannya jahil menarik celana dalam Adam dan melepaskannya.
Plak
“Aw, sial!” gerutu Adam.

Dari arah lain nampak seseorang memperhatikan tingkah aneh mereka dengan seksama.

Penulis : Unknown ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel 4 Sexy Teacher 1 ini dipublish oleh Unknown pada hari 01 Januari 2015. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan 4 Sexy Teacher 1
 

0 komentar:

Posting Komentar