4 Sexy Teacher 2



“Pak belum masuk kelas?” tanya pak Joko.
“Belum, pak, lagi jadwal pelajarannya pak Orlando, tuh, olah raga.”
“Oh, memangnya murid kelas tiga oleh raga sekarang, ya?”
“Iya, pak.”
“Oh, ya, besok kamu ikut pentaran, ya, sama pak Orlando di SD Angel 2, sebenarnya, sih, itu tugas bapak sama pak Orlando, tapi lusa bapak ada acara ke Jakarta, gak apa-apa, ya, kamu gantiin?”

“Gak apa-apa, pak. pak Orlandonya udah di kasih tau?”
“Belum, sama pak Keanu, aja, ya?”
“Kenapa saya?”
“Ya, bapak, kan, satu kosan sama dia.”
“Oh, ya sudah, nanti saya kasih tau, pak.”
“Makasih, ya, sebelumnya?”
“Iya, pak, sama-sama.”
“Tenang, kalau masalah transport, nanti bapak kasih.”
“Ah, iya, santai aja, pak.”
Keanu menatap ke luar kantor, di tatapnya orang yang sudah dua tahun ini selalu bersamanya, rasa cinta dan sayangnya tak pernah putus, meski kadang ia sendiri sering cemburu bila melihat pria itu dekat dengan perempuan.
Keanu adalah pribadi yang pendiam, cemburu dan kadang posesif, tapi walaupun seperti itu, ia selalu mudah untuk memaafkan kesalahan dari kekasihnya, selain itu, meski iya bersikap seperti tiu terhadap kekasihnya, tapi kalau kepada orang lain jauh berbeda, ia sangat baik, meski sifat pendiamnya masih terlihat tapi ia mencoba untuk ikut berbaur dengan guru-guru lain di kantor. Wajahnya terkesan kalem, alisnya tebal dengan sedikit kumis tipis melengkapi keelokan wajah pria keturunan cina itu, matanya yang sipit, hidung yang mancung dengan lesung pipit yang bagus, membuatnya terkesan imut meski usianya kini sudah menginjak dua puluh empat tahun. perawakannya yang kurus putih justru menjadi daya tarik untuk para kaum hawa.
“Nu, gue udah beres, sok masuk aja ke kelas,” ujar pak Orlando yang usianya tak beda jauh darinya.
“Basah amat, mandi lagi, sana!”
“Iya, tadi abis ikut main bola sama anak-anak, jadi basah gini, em, bau, gak?” ujarnya sambil mendekati Keanu.
“Ih, jorok, jangan deket-deket, deh. Udah sana mandi.”
Keanu berdiri dan langsung masuk ke dalam kelas.
&&&
Orlando keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap, habis mandi, sehingga terlihat rambutnya basah.
“Pak, abis mandi, ya?” ujar bu Cucu, guru senior yang selalu menggoda Orlando.
“Iya, bu, tadi abis olah raga,” ujarnya tersenyum sambil membetulkan rambutnya yang sedikit acak-acakan.
“Oh, iya, kata anak-anak minggu depan mau renang?”
“Iya, bu, aduh, maaf belum sempat bicara sama ibu, saya minta izin, ya, untuk bawa anak-anak kelas lima renang?”
“Iya, gak apa-apa, pak. Perlu ditemani, gak pak ngawasin anak-anaknya?”
“Nggak usah, bu, saya bisa ngurus mereka sendiri, kok.”
“Oh, ya sudah, kalau bapak butuh apa-apa, tinggal bilang sama saya, ya?”
“Siap, bu,” ujar Orlando sambil lalu.
Ketika ia sampai di kantor, ia melihat pak Joko sedang asik mengetik sesuatu. “Pak, besok jadi, kan, ikut penataran?”
“Oh, ah, em, jadi, jadi, kok, nanti kamu pergi duluan saja, ya, bapak agak telat.”
“Oh, ok, deh.”
Ujar Orlando seraya duduk di mejanya dan mengambil berkas-berkas nilai siswa.
Pria yang hobi bermain bola ini bernama Orlando, sikapnya yang nyeleneh dan selalu bercanda, membuatnya mudah dekat dengan siapapun di sekolah, bahkan warga di sekitar sekolah senang kepadanya karena ia adalah pria yang supel, ramah pula, namun terkadang ia adalah pria yang manja bila dengan kekasihnya, sifatnya yang selalu tak banyak bicara merupakan pelengkap bagi kekasihnya yang bertolak belakang dengannya. Lando, biasa akrab di panggil ini berambut sedikit ikal, tubuhnya kekar karena sering di olah dengan sepak bola dan olah raga lainnya, memiliki kulit sawo matang, bermata bulat, dan bibir yang tebal namun pas dengan wajahnya.
&&&
Siangnya.
“Ayo, Nu, gue laper, nih.”
“Iya, bentar, ah, dikit lagi beres.”
“Ah, lo, kerajinan banget, kan, guru-guru yang lain udah pada pulang, lo masih aja asik sama nilai-nilai itu, besok lagi, sih?”
“Biarin, sih.”
“Mau serajin apapun lo, gak akan mendadak jadi guru teladan, kok.”
“Yee, bisa aja, lo.”
“Cepetan, nanti gue cium lo kalau belum beres juga.”
“Iya bawel ini dua anak lagi yang belum di nilai, lagian ini, kan, gara-gara lo yang males ngerjain ini, coba kalau bukan ama gue, lo pasti udah di marahin sama bu Kepsek. Tugas lo sebagai operator, kok, malah gue yang ngerjain.”
“Iya, iya, maaf, deh, soalnya kalau yang itu gue gak ngerti, kan emang sebelumnya dikarjain sama lo terus, eh, mendadak aja gue di jadiin operator, bukannya lo.”
“Gue kan guru kelas, lah elo, guru olah raga doang.”
Iya udah, ah, cepet.”
“Iya, iya ini udah bawel, ayo ah, pulang.”
“Cari makan dulu.”
“Iya, ke rumah makan padang aja, ya?” pinta Keanu.
“Sip.”
Mereka pun pergi meniggalkan sekolah.
Di rumah makan padang.
“Sialan, si Joko katanya dateng telat lagi, gue kan gak kenal siapa-siapa di tempat penataran itu, bisa-bisa gue mati kutu, nih.”
“Ya elah, gitu aja di ributin.”
“Ya kesel aja, dia dengan santainya gitu bilang, saya datang telat,” ujarnya seraya menirukan gaya bicara pak Joko.
“Kenapa lo gak ngomong aja sendiri ke dia kalau lo gak berani berangkat sendiri?”
“Ya gengsilah, apa kata dunia kalau sampe semuanya tau gue gak berani?”
Keanu tersenyum.
Pria ini selalu membuatnya tersenyum meskipun ia terkesan cerewet, sikapnya yang apa adanya membuat Keanu selalu jatuh hati dan bangga memiliki kekasih idaman ini. kalau bisa di publikasikan ia pasti akan bilang ke orang-orang, “ini cowok gue, dan gue sayang banget sama dia.”
Sesampainya di kosan.
“Nu, malem ini lo tidur di kosan gue, ya?”
“Males, ah, lo di gue aja, kamar lo bau asap rokok, sumpek!”
“Please, lah? Lagian kan enak di kamar gue ada TVnya, gak kaya di kamar lo.”
“Tapi di kosan gue bersih, wangi, dan ada ACnya,” ujar Keanu.
“Jadi gak mau, nih, malem ini tidur sama gue?” rayu Lando.
“Nggak!”
“Yaaahhhh,,, please, please, please?”
“Gak!”
“Kalau gitu, jangan minta jatah ke gue, ya, selama seminggu ini.”
“Ih, kok, gitu?”
“Bodo amat!”
“Dih, ngambek.”
“Terserah, ya, awas kalau nanti malem-malem lo ketuk-ketuk pintu kosan gue dan minta tidur bareng, gak akan gue bukain.”
“Ancemannya jelek amat, sih?”
“Biarin.”
“Ya udah, demi lo gue rela tidur di kamar lo.”
“Iyalah, kaya yang gak pernah tidur di sini aja, kamar ini kan penuh kenangan, inget, gak pas pertama kali ML tidur di mana?”
“Iya, iya, udah ah, bawel amat.”
“Tapi suka, kan?”
&&&
Malamnya.
“Eh liat, deh, si Chand Kelvin makin keliatan aja, ya, mahonya?” ujar Lando sambil menyaksikan acara televisi.
“Hemm...” jawab Keanu sekenanya, ia sedang asik memainkan gadgetnya.
Tuh, si Tara juga sama, ya?”
“Ehm...”
Orlando kemudian menatap ke arah Keanu, ia beranjak kemudian mematikan lampu dan menyalakan lagu. Sesaat kemudian terdengar lagu dan Orlando berdiri di hadapan Keanu.
Perlahan-lahan Orlando membuka bajunya, Keanu masih acuh tak acuh menatapnya sekilas, lalu di ambilnya gadget Keanu dan di simpan di atas meja. Orlando kembali menari, Keanu menatapnya sambil tersenyum kecut, Orlando menari stritis, perlahan-lahan setelah bajunya berhasil lepas, ia membuka celana panjangnya, berhasil terbuka dan kini ai hanya mengenakan celana dalam.
Dari dalam lemari ia mengambil oil kemudian di balurkan ke tubuhnya sendiri, Keantu menggeleng-geleng sambil tertawa, kini tubuhnya penuh dengan oil sehingga ia nampak mengkilat, Orlando mendekati, Keanu, bibirnya kini semakin dekat, tapi ketika Keanu hendak terpancing oleh permainan Lando, ia menjauh dan kembali menari. Inilah yang disukai oleh Keanu, permainan yang tak terduga.
Orlando menari dengan sangat erotis, hal ini membuat Keanu tanpa sadar memegang penisnya yang tertutup oleh celana dan meremasnya perlahan. Orlando tahu Keanu sudah mulai terangsang, di turunkannya lagi celana dalamnya sehingga kini jembut Orlando terlihat sedikit, ia tersenyum nakal kemudian dan berbalik arah, di balik tubuhnya yang mengkilap oleh keringat, serta bentuk tubuhnya yang menggiurkan Orlando memiliki tato bergambar sayap di punggungnya, Kini Keanu sudah tak dapat menahan nafsunya yang kian tinggi, ia beranjak berdiri dan membuka celananya pelan, kemudian menghampiri Orlando yang membelakanginya, di dekapnya erat tutub Orlando, dengan mesra, kemudian Keanu membalikan tubuh Orlando dan mencium bibirnya dengan buas, lalu, didorongnya tubuh Keanu oleh Orlando sehingga kini ia terkapar jatuh di kasur, Orlando menaiki tubuh Keanu dengan sigap, di ciumnya puting Orlando, di ditahannya tangan Orlando pula agar tak dapat berkutik, ia mengambil alih permainan ini sehingga Keanu nampak pasrah saja diperlakukan seperti itu, ia mencium seluruh tubuh Keanu, dijilatnya dengan lembut sehingga Olrando nampak mengerang keenakan.
“Uhm..emp...enak,” ujarnya sambil merem-melek.
Lando kini turun ke bawah dan menciumi penis Keanu yang setengah tegang, ia jilati semuanya, dari batang sampai buahnya dengan liar, Keanu nampak kualahan, ia mengerang dahsyat, untungnya suara dari lagu yang berdentum menutupi semuanya sehingga erangannya tak terdengar oleh para penghuni kosan yang lain.
Penis Keanu ia hisap, ia jilat dan ia sedot dengan lihai, permainan liar ini memang Orlando yang mampu melakukannya, Keanu tak mau kalah, kini ia beralih dan menjatuhkan Orlando ke samping, di dekapnya tubuh Orlando dengan mesra, kemudian, di jilatnya tubuh Lando, selanjutnya ia turun kembawah, menjilat penis Orlando yang sudah tegak berdiri bak tihang bendera, ia kulum penis itu dengan sekuat tenaga, dan kini ia bermain dengan buah jakar, cukup lama Keanu bermain dengan dua benda itu, dan kini ia mengangkat pantat Orlando dan menjilat anusnya. Geli dan nikmat bercampur jadi satu, rimmingan itu membuat Orlando seperti melayang.
Setelah dirasa cukup puas, Keanu mengambil oil yang tadi digunakan oleh Orlando untuk melumuri tubuhnya dan Keanu kini melumuri penisnya sendiri, setelah semuanya rata, ia memasukan penisnya perlahan ke anus Orlando yang berkedut-kedut siap menerima benda tumpul yang keras itu masuk ke dalam anusnya. Perlahan tapi pasti akhirnya Keanu berhasil memasukan anus itu, Orlando mengerang nikmat, begitupun dengan Keanu yang menikmati setiap senti gesekan antara penisnya dan anus Orlando. Di pompanya perlahan penis itu, lima menit, sepuluh menit, ia sudah melakukan itu cukup lama dengan posisi yang tak berpanh berubah, lalu, mereka mengganti posisi, Keanu di bawah dan Orlando di atas, mereka menikmati permainan ini, Orlando naik-turun di tubuh Keanu dengan erangan yang sangat menggoda, hingga dalam hitungan detik Keanu rupanya tak mampu menahan air maninya dan keluar seketika tanpa aba-aba. Orlando sebenarnya kurang puas tapi ia tak ingin terlihat seperti itu, sehingga kini ia mencoba untuk mengocok penisnya dan tak lama keluarlah air mani Orlando, dan merekapun tertidur sambil masih berpelukan.
&&&
“Lando, gue berangkat ke sekolah duluan, ya?”
“Pagi-pagi amat?” tanya Orlando ketika ia baru selesai mandi dan memakai celana dalamnya.
“Iya, ada kerjaan yang harus gue kerjain.”
“Apaan?” keanu tersenyum kemudian mendekati Orlando dan mereka berciuman.
“Gue berangkat, dulu, ya? Bye.”
“Bye, take cake,” ujar Orlando sambil memakai baju dinasnya.
&&&
Orlando kini sudah rapih, ia siap pergi ke penataran yang menurutnya akan sangat membosankan itu, ia sudah memanaskan motornya, kemudian melajukan motornya meninggalkan pekarangan kosan.
Setibanya di parkiran SD Angel 2, tanpa ia sadari ada yang meninjunya dari samping, Orlando membuka helmnya dan ketika dilihat orang itu ternyata Keanu, ia terkejut seketika, “loh, kok, lo ada di sini? Pak Joko mana?”
“Dia gak bisa ikut jadi gue yang ngegantiinnya.”
“Kenapa gak bilang? Kan, bisa gue jemput tadi di sekolahan.”
“Gak apa-apa, sebenernya pak Joko udah bilang ke gue kemaren.”
“Lah terus kenapa lo gak bilang ke gue? Kan kita bisa berangkat bareng?”
“Sengaja, biar surprise.”
“Ah, lebay, deh, kan hemat ongkos juga.”
“Ya, gak apa-apa, dong, sekali-kali berkorban demi orang yang kita cintai bukan masalah, kan?”
Orlando tersenyum kemudian menunjuk pelan tubuh Keanu, “dasar!”
Mereka berdua kini melayangkan senyum satu sama lain.
“Tapi ada untungnya, sih, jadi gue gak sendirian amat di sini, ih, seremlah, mana gue orangnya gak bisa berbaur lagi.”
“Ya udah, gue mau ke kamar mandi, dulu, ya, lo mau ikut gue atau mau nunggu di sini aja?”
“Di sini aja, deh, gue mau ngerokok.”
“Oh, ok, deh, kalau begitu.”
Keanu meninggalkan Orlando sendiri di parkiran, kemudian ia mengambil sebatang rokok dan menyalakannya. Ketika ia sedang asik merokok, ada sebuah motor yang tiba tepat dan parkir tepat di sampingnya. Sekilas Orlando menatap kagum dengan sosok itu, di balik helmnya ia tahu pasti pengendaranya adalah pria yang keren. Dan, benar saja, ketika pria itu membuka helmnya Orlando terkagum-kagum menatap wajahnya yang ganteng, tapi ia tetap mencoba bertingkah biasa, karena tidak ingin ada orang lain yang tahu dengan orientasi seksnya yang menyimpang, apalagi ia adalah seorang guru.
“Eh, boleh minta apinya,” pinta pria itu sambil mendekati Orlando.
Orlando langsung mengambil korek gasnya dan memberikannya kepada pria asing itu. Pria itu mengambil korek dan menyalakan roroknya, sesaat kemudian dikembalikanya korek api itu dan pria itu tersenyum, “thanks, ya?”
“Ok,” ujar Orlando bertingkah cuek, seakan ia tak terlalu peduli dengan pria yang kini duduk di motor sampingnya itu.
Belum sempat mereka mengobrol, tiba-tiba datang motor lain, seorang pria yang membonceng seorang wanita, wanita itu turun dari motor dan langsung menghampiri pria yang dekat dengannya.
“Eh, pak Shane, ikut penataran juga?”
“Oh, iya, bu Yuni, ya?”
“Iya, saya bu Yuni, masa lupa? Kita, kan, dulu pernah se SMP.”
“Oh, ya? Kok saya nggak ngeh, ya, ada gadis cantik di SMP itu?”
“Ah, bapak bisa aja,” ujar wanita itu dengan tersipu malu.
“emh, ya sudah, aku pamit ke dalam duluan, ya?”
“Oh, iya, siap,” ujar pria yang ternyata bernama Shane itu.
Dari belakang wanita yang bernama Yuni itu, rupanya pria yang tadi memberikan boncengannya itu berjalan di belakang, di susul oleh Shane yang terlihat seperti menjaga jarak. Namun, dalam darak itu, Orlando tahu pasti mereka sedang mengobrol, entah apa obrolannya itu. dan, hal yang tak di duga dilihatnya, pria yang bernama Shane itu rupanya memegang pantat pria yang berjalan dengannya berlalu mendahuliu pria tersebut. Shane menatapnya dengan seksama dan penuh dengan kecurigaan.
“eh, ngeliatin apaan, sih?”
“Ah, em, nggak, yuk, ah, kita masuk,” ajak Orlando.
Merekapun masuk ke dalam ruangan yang sama seperti kedua pria itu.

Penulis : Unknown ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel 4 Sexy Teacher 2 ini dipublish oleh Unknown pada hari 02 Januari 2015. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan 4 Sexy Teacher 2
 

0 komentar:

Posting Komentar